Sejak lama ilmuwan dan
publik dibuat penasaran dengan 'Giant Red Spot' atau bintik merah raksasa
Jupiter. Tidak hanya akibat ukuran super besarnya, tetapi juga warna merahnya.
Kini semua misteri itu telah terungkap.
Seperti yang telah
dinyatakan oleh ilmuwan sebelumnya, bintik merah raksasa Jupiter sejatinya
adalah pusaran badai berukuran hingga dua kali bumi kita. Bahkan, badai itu
diklaim sebagai yang terbesar di tata surya kita dan terkuat dengan kecepatan
hembusan hingga ratusan mil per jam!
Bintik merah Jupiter
mendapatkan namanya dari pola warna merah-nya yang diselubungi oleh kombinasi
warna lain seperti kuning, oranye, dan putih. Beberapa waktu lalu ilmuwan
akhirnya berhasil mengetahui mengapa warna dari badai itu bisa merah dan
berbeda dari lingkungan sekitarnya.
Ternyata, warna merah itu
muncul akibat sebuah reaksi kimia yang terjadi pada gas yang ada di dalam badai
itu setelah terkena sinar matahari. Sederhananya, bintik merah tersebut bisa
diibaratkan sebagai sebuah bekas 'sunburn' atau sengatan matahari. Para ilmuwan
dari NASA berhasil sampai ke kesimpulan itu setelah melakukan percobaan
simulasi gas yang mirip dengan yang ada di planet Jupiter.
Kelompok ilmuwan yang
bernama Cassini itu menggabungkan dua buah gas yang diketahui terdapat di
Jupiter seperti amonia dan acetylene.Kemudian,
mereka menembaknya dengan sinar ultraviolet sebagai 'perwakilan' dari matahari.
Hasilnya, gas-gas tersebut terurai dan menghasilkan warna kemerah-merahan yang
sama dengan bintik merah Jupiter.
Akan tetapi, penemuan dari
tim Cassini ini masih berseberangan dari teori awal yang lebih dulu menyatakan
bila warna merah dari bintik raksasa Jupiter itu muncul akibat perpindahan
gas-gas penyusun Jupiter yang berubah-ubah akibat pusaran badai di dalamnya.
Namun, tim Cassini
berpendapat bila hal itu yang terjadi, seharusnya seluruh planet akan berubah
menjadi merah karena Jupiter terbentuk seluruhnya dari gas yang memungkinkan
perpindahan gas di seluruh belahan planet.
Lebih lanjut, Kevin Baines
yang merupakan salah satu ilmuwan tim Cassini menambahkan bila efek ketinggian
lah yang berpengaruh terhadap munculnya warna merah itu. Tim Cassini yakin
semakin tinggi awan badai bintik raksasa Jupiter, maka akan semakin banyak
partikel gas amonia yang diterbangkan ke atmosfer. Hal ini meningkatkan
kemungkinan kontak gas amonia dengan sinar ultraviolet dari matahari. Sehingga
hanya bagian itu saja yang warnanya bisa memerah.
"Bintik merah raksasa
Jupiter itu adalah badai awan yang sangat tinggi. Badai itu ketinggiannya
melebihi awan lain yang ada di Jupiter," ujar Baines, Daily Mail (11/11)
sumber :http://www.merdeka.com/teknologi/misteri-bintik-merah-raksasa-jupiter-akhirnya-terungkap.html
sumber :http://www.merdeka.com/teknologi/misteri-bintik-merah-raksasa-jupiter-akhirnya-terungkap.html

14 komentar:
Terimakasih., Informasinya lengkap dan menarik. sebagai masukan, mohon dicantumkan sumbernya ya.
Informasi yang sangat menarik dan juga bermanfaat. Jika ini bukan artikel buatan sendiri, mohon cantumkan sumbernya. Terimakasih :)
Informasi yang disajikan menarik dan membuka wawasan mengenai fenomena di antariksa. Mohon cantumkan sumbernya. Terimakasih :)
jupiter memiliki bintik kemereahan ternyata akibat reaksi kimia.. alhamdulillah, satu lagi pengetahuan baru.. terima kasih infonya.. blognya matching sama materi yg dibahas.. siip deh
terimakasih, sangat membantu sekali isi dari artikel yang di posting. makasih :D
Info yang menarik dan menambah wawasan. Akan lebih baik lagi jika ditambahkan dengan sumber. Terima kasih
artikel ini sangat menarik terimakasih atas infonya, semoga bermanfaat juga bagi yg lain, terimakasih
infonya menarik sekali ,, terima kasih karena telah menambah wawasan kepada saya :)
makasihhh infonya, sangat membantu
Artikelnya menarik dan bermanfaat :):) terimakasih
mantap broo.. menarik dan bagus ... serta memiliki manfaat bagi pembaca/....
terima kasih gan infonya.. tolong sumber referensinya dicantumkan ya gan :D keep update terus
artikelnya bagus dan menarik,
trimakaish sudah diposting..
Terima kasih atas komentarnya, untuk kedepannya akan lebih baik lagi, dan sudah saya cantumkan sumbernya.
Posting Komentar