Kamis, 18 Desember 2014

Misteri Bintik Merah Raksasa Jupiter Akhirnya Terungkap!



Sejak lama ilmuwan dan publik dibuat penasaran dengan 'Giant Red Spot' atau bintik merah raksasa Jupiter. Tidak hanya akibat ukuran super besarnya, tetapi juga warna merahnya. Kini semua misteri itu telah terungkap.

Seperti yang telah dinyatakan oleh ilmuwan sebelumnya, bintik merah raksasa Jupiter sejatinya adalah pusaran badai berukuran hingga dua kali bumi kita. Bahkan, badai itu diklaim sebagai yang terbesar di tata surya kita dan terkuat dengan kecepatan hembusan hingga ratusan mil per jam!
Bintik merah Jupiter mendapatkan namanya dari pola warna merah-nya yang diselubungi oleh kombinasi warna lain seperti kuning, oranye, dan putih. Beberapa waktu lalu ilmuwan akhirnya berhasil mengetahui mengapa warna dari badai itu bisa merah dan berbeda dari lingkungan sekitarnya.
Ternyata, warna merah itu muncul akibat sebuah reaksi kimia yang terjadi pada gas yang ada di dalam badai itu setelah terkena sinar matahari. Sederhananya, bintik merah tersebut bisa diibaratkan sebagai sebuah bekas 'sunburn' atau sengatan matahari. Para ilmuwan dari NASA berhasil sampai ke kesimpulan itu setelah melakukan percobaan simulasi gas yang mirip dengan yang ada di planet Jupiter.
Kelompok ilmuwan yang bernama Cassini itu menggabungkan dua buah gas yang diketahui terdapat di Jupiter seperti amonia dan acetylene.Kemudian, mereka menembaknya dengan sinar ultraviolet sebagai 'perwakilan' dari matahari. Hasilnya, gas-gas tersebut terurai dan menghasilkan warna kemerah-merahan yang sama dengan bintik merah Jupiter.
Akan tetapi, penemuan dari tim Cassini ini masih berseberangan dari teori awal yang lebih dulu menyatakan bila warna merah dari bintik raksasa Jupiter itu muncul akibat perpindahan gas-gas penyusun Jupiter yang berubah-ubah akibat pusaran badai di dalamnya.
Namun, tim Cassini berpendapat bila hal itu yang terjadi, seharusnya seluruh planet akan berubah menjadi merah karena Jupiter terbentuk seluruhnya dari gas yang memungkinkan perpindahan gas di seluruh belahan planet.
Lebih lanjut, Kevin Baines yang merupakan salah satu ilmuwan tim Cassini menambahkan bila efek ketinggian lah yang berpengaruh terhadap munculnya warna merah itu. Tim Cassini yakin semakin tinggi awan badai bintik raksasa Jupiter, maka akan semakin banyak partikel gas amonia yang diterbangkan ke atmosfer. Hal ini meningkatkan kemungkinan kontak gas amonia dengan sinar ultraviolet dari matahari. Sehingga hanya bagian itu saja yang warnanya bisa memerah.
"Bintik merah raksasa Jupiter itu adalah badai awan yang sangat tinggi. Badai itu ketinggiannya melebihi awan lain yang ada di Jupiter," ujar Baines, Daily Mail (11/11)

sumber :http://www.merdeka.com/teknologi/misteri-bintik-merah-raksasa-jupiter-akhirnya-terungkap.html

Ini Dia Virus Yang Bisa Membuat Manusia Menjadi Bodoh


Peneliti baru saja menemukan sebuah virus berbahaya yang dekat dengan manusia. Tidak seperti virus Ebola yang membuat korbannya meninggal, virus ini membuat manusia yang diinfeksinya menjadi bodoh.
Virus yang disebut ACTV-1 itu hidup cukup dekat dengan manusia karena bisa ditemukan di alga yang banyak terdapat di perairan sekitar kita. Berdasarkan penelitian, peserta penelitian yang sudah terinfeksi virus ACTV-1 mengalami penurunan kemampuan spasial atau pengenalan ruang serta kemampuan otak untuk mengenali gambar.
Ternyata virus ACTV-1 mempunyai kemampuan untuk mengatur ekspresi dari gen yang ada di dalam tubuh manusia dalam jumlah besar setelah berhasil menggandakan DNA mereka sendiri. Virus ACTV-1 akan mempengaruhi kemampuan kognitif manusia sembari mengambil alih gen-gen di tubuh untuk membantu memperbanyak diri mereka.
Dikutip dari Geek (12/11), kemampuan untuk membuat inangnya menjadi bodoh itu dilatarbelakangi oleh sejumlah alasan, di antaranya untuk membuat tubuh inang berhenti mengirim 'sinyal' bahaya ke sistem imun tubuhnya. Sehingga si virus bisa terus berkembang biak tanpa adanya penghalang.
Menurut penelitian lanjutan yang dilakukan pada tikus, penurunan kecerdasan ternyata juga ditemukan. Tikus-tikus yang sengaja diberi virus ACTV-1 tidak mampu melakukan tugas-tugas sederhana seperti menemukan keju dalam sebuah labirin.
Penemuan virus yang biasanya hidup di kerongkongan manusia ini kontan membuat para ilmuwan bertanya-tanya apakah banyak virus atau bakteri di luar sana yang memiliki kemampuan untuk merubah sifat dan kepribadian manusia. Bukan hal yang mustahil munculnya beragam sifat hingga kecerdasan manusia sejatinya bukan hanya karena pendidikan, tetapi makhluk-makhluk mikroskopis dalam tubuh kita.

sumber :http://www.merdeka.com/teknologi/ini-dia-virus-yang-bisa-buat-manusia-jadi-bodoh.html

Selasa, 16 Desember 2014

Matahari

     Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata 149.680.000 kilometer (93.026.724 mil). Matahari serta kedelapan buah planet (yang sudah diketahui/ditemukan oleh manusia) membentuk Tata Surya. Matahari dikategorikan sebagai bintang kecil jenis G.

     Foto: 1.bp.blogspot.com

Matahari adalah suatu bola gas yang pijar dan ternyata tidak berbentuk bulat betul. Matahari mempunyai katulistiwa dan kutub karena gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah antar kutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari merupakan anggota Tata Surya yang paling besar, karena 98% massa Tata Surya terkumpul pada matahari.
Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-masing fotosfer, kromosfer dan korona. Untuk terus bersinar, matahari, yang terdiri dari gas panas menukar zat hidrogen dengan zat helium melalui reaksi fusi nuklir pada kadar 600 juta ton, dengan itu kehilangan empat juta ton massa setiap saat.
Matahari dipercayai terbentuk pada 4,6 miliar tahun lalu. Kepadatan massa matahari adalah 1,41 berbanding massa air. Jumlah tenaga matahari yang sampai ke permukaan Bumi yang dikenali sebagai konstan surya menyamai 1.370 watt per meter persegi setiap saat. Matahari sebagai pusat Tata Surya merupakan bintang generasi kedua. Material dari matahari terbentuk dari ledakan bintang generasi pertama seperti yang diyakini oleh ilmuwan, bahwasanya alam semesta ini terbentuk oleh ledakan big bang sekitar 14.000 juta tahun lalu.

Jarak matahari dengan Bumi dengan notasi ilmiah
Jarak matahari ke bumi adalah 93.000.000 mil. Jarak ini dipakai sebagai satuan astronomi. Satu satuan astronomi (Astronomical Unit = AU) adalah 93 juta mil = 148 juta km. Dibandingkan dengan bumi, diameter matahari kira-kira 112 kali diameter Bumi. Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi. Cahaya matahari menempuh masa 8 menit untuk sampai ke Bumi dan cahaya matahari yang terang ini dapat mengakibatkan siapapun yang memandang terus kepada matahari menjadi buta.

Suhu Permukaan Matahari
Menurut perhitungan para ahli, temperatur di permukaan matahari sekitar 6.000 °C namun ada juga yang menyebutkan suhu permukaan sebesar 5.500 °C. Jenis batuan atau logam apapun yang ada di Bumi ini akan lebur pada suhu setinggi itu. Temperatur tertinggi terletak di bagian tengahnya yang diperkirakan tidak kurang dari 25 juta derajat Celsius namun disebutkan juga kalau suhu pada intinya 15 juta derajat Celsius. Ada pula yang menyebutkan temperatur di inti matahari kira kira sekitar 13.889.000 °C. Menurut JR Meyer, panas matahari berasal dari batu meteor yang berjatuhan dengan kecepatan tinggi pada permukaan matahari. Sedangkan menurut teori kontraksi H Helmholz, panas itu berasal dari menyusutnya bola gas. Ahli lain, Dr Bothe menyatakan bahwa panas tersebut berasal dari reaksi-reaksi termonuklir yang juga disebut reaksi hidrogen helium sintetis.

Perputaran Matahari
Karena Matahari tidak berbentuk padat melainkan dalam bentuk plasma, menyebabkan rotasinya lebih cepat di khatulistiwa daripada di kutub. Rotasi pada wilayah khatulistiwanya adalah sekitar 25 hari dan 35 hari pada wilayah kutub. Setiap putaran dan mempunyai gravitasi 27,9 kali gravitasi Bumi. Terdapat julangan gas teramat panas yang dapat mencapai hingga beribu bahkan berjuta kilometer ke angkasa. Semburan matahari ‘sun flare’ ini dapat mengganggu gelombang komunikasi seperti radio, TV dan radar di Bumi dan mampu merusak satelit atau stasiun angkasa yang tidak terlindungi. Matahari juga menghasilkan gelombang radio, gelombang ultra-violet, sinar infra-merah, sinar-X, dan angin matahari yang merebak ke seluruh tata surya.

Bumi terlindungi daripada angin matahari oleh medan magnet bumi, sementara lapisan ozon pula melindungi Bumi daripada sinar ultra-violet dan sinar infra-merah. Terdapat bintik matahari yang muncul dari masa ke masa pada matahari yang disebabkan oleh perbedaan suhu di permukaan matahari. Bintik matahari itu menandakan kawasan yang “kurang panas” berbanding kawasan lain dan mencapai keluasan melebihi ukuran Bumi. Kadang-kala peredaran Bulan mengelilingi bumi menghalangi sinaran matahari yang sampai ke Bumi, oleh itu mengakibatkan terjadinya gerhana matahari.

Prominensa
Lidah api yang ada di matahari atau juga disebut Prominensa merupakan bagian matahari yang sangat besar, terang, yang mencuat keluar dari permukaan matahari, seringkali berbentuk loop (putaran). Tanggal 26-27 September 2009 lalu, wahana ruang angkasa (Stereo A dan Stereo B) yang khusus memantau matahari merekam fenomena selama 30 jam ini.
Prominensa terjadi di lapisan photosphere pada matahari dan bergerak keluar menuju korona matahari. Jika korona merupakan gas-gas yang telah diionisasikan menjadi sangat panas, dinamakan plasma, yang tidak begitu memperlihatkan cahayanya, prominensa berisikan plasma yang lebih dingin.
Prominensa biasanya menjulur hingga ribuan kilometer; yang terbesar yang pernah diobservasi terlihat pada tahun 1997 dengan panjang sekitar 350.000 kilometer – sekitar 28 kali diameter bumi. Massa di dalam prominensa berisikan material dengan berat hingga 100 miliar ton.

Gerakan Matahari
Matahari mempunyai dua macam gerakan sebagai berikut :
       Rotasi mengelilingi sumbunya, lamanya 25 1/2 hari satu kali putaran. Gerakan rotasi dapat dibuktikan dengan terlihat noda-noda hitam di bagian inti yang kadang-kadang berada di sebelah kanan dan kira-kira 2 minggu berada di sebelah kiri.
       Bergerak di antara gugusan-gugusan bintang. Selain berotasi, matahari bergerak diantara gugusan bintang dengan kecepatan 20 km per detik, pergerakan itu mengelilingi pusat galaksi.

Manfaat matahari
·         Matahari mempunyai fungsi yang sangat penting bagi bumi. Energi pancaran matahari telah membuat bumi tetap hangat bagi kehidupan, membuat udara dan air di bumi bersirkulasi, tumbuhan bisa berfotosintesis, dan banyak hal lainnya.
·         Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batu bara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari.
·         Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, tahun serta mengontrol planet-planet lainnya. Tanpa matahari, sulit dibayangkan kalau akan ada kehidupan di bumi.

Source: wikipedia.org

Penelitian : Otak Kelelawar & Suara Yang Kita Fokuskan


Bagaimana anda tahu apa yang harus didengar? Di tengah-tengah kegaduhan pesta, bagaimana seorang ibu tiba-tiba fokus kepada suara tangisan seorang anak, walau bukan anaknya sendiri?


 
Bridget Queenan seorang kandidat doktoral neurosains di Pusat Medis Universitas Georgetown meneliti kelelawar berjenggot (Pteronotus parnellii) untuk membantunya memecahkan teka-teki ini.
Pada pertemuan tahunan Perhimpunan Neurosains di San Diego, Queenan akan melaporkan bahwa dia telah menemukan neuron-neuron dalam otak kelelawar yang nampaknya "menyuruh diam" neuron lainnya ketika suara komunikasi relevan datang. Proses tersebut menurut ibu Bridget bisa saja berlaku juga pada manusia, seperti yang diberitakan oleh e! Science News (14/11/10).
Dalam penyelidikannya, dia juga menemukan bahwa "beberapa neuron nampaknya tahu untuk berteriak lebih keras untuk melaporkan suara komunikasi dalam kegaduhan."
"Jadi sekarang kita bisa mulai menyimpulkan bagaimana sel-sel dalam otak anda mampu menangani lingkungan indera kompleks tempat tinggal kita," tambah ibu Queenan.
Untuk memahami fungsi pendengaran otak, kelelawar secara khusus merupakan hewan yang menarik untuk dipelajari karena hewan tersebut memproses suara lewat gema lokasi (menentukan lokasi sesuatu dengan mengukur waktu yang diperlukan oleh gema untuk kembali dari titik tersebut) yang merupakan sejenis sonar biologis. Kelelawar menghasilkan suara lalu mendengar gema tersebut yang dihasilkan ketika suara tersebut terpantul dari obyek-oyek di sekitarnya. Kelelawar menggunakan gema ini untuk mencari jalan dan untuk berburu.
Otak kelelawar tak hanya harus memproses aliran gema konstan tapi juga harus secara bersamaan memproses komunikasi sosial kelelawar, tutur ibu Queenan.
"Apa yang akan kita coba ketahui ialah bagaimana seekor kelelawar dapat terbang sembari menggema lokasi, mengeluarkan bunyi berciut dan mendengarkan suaranya sendiri yang terpantul balik di tengah-tengah koloni ratusan kelelawar yang juga menggema lokasi dan mungkin secara bersamaan mendengarkan kelelawar lainnya berkata 'hati-hati!' Kelelawar memang kadang kala mengeluarkan suara hati-hati," katanya. "Malahan kelelawar memiliki sekumpulan suara komunikasi: suara marah, suara peringatan, dan suara yang mengatakan tolong jangan sakiti saya."
Wilayah pemrosesan pendengaran dalam otak kelelawar lebih besar dari pusat-pusat lainnya, sama seperti pusat pemrosesan penglihatan pada manusia yang lebih besar. "Manusia utamanya beraktifitas dengan penglihatan jadi porsi besar dalam otak diperuntukkan bagi pemrosesan penglihatan. Kelelawar di lain pihak beraktifitas dengan suara," kata ibu Queenan.
Dalam studi ini, ibu Queenan beserta para koleganya menghadirkan berbagai kombinasi suara gema lokasi dengan berbagai suara komunikasi untuk membangunkan para kelelawar untuk melihat bagaimana neuron-neuron dalam otak kelelawar menangani bunyi hiruk pikuk ini. Para peneliti menemukan bahwa beberapa neuron kelelawar mengontrol aktifitas neuron lainnya ketika suara-suara penting dirasakan. Para peneliti ini juga menemukan neuron-neuron lain yang memperbesar persepsi komunikasi kelelawar dalam latar kegaduhan suara. Kerjasama kumpulan neuron ini memungkinkan kelelawar untuk mendengar apa yang perlu didengar.
"Semua organisme secara konstan terbebani dengan rangsangan-rangsangan yang datang seperti suara, cahaya, getaran dan lain sebagainya, dan sistem pancaindera kita harus menyortir rangsangan yang paling relevan untuk membantu kita bertahan hidup," kata ibu Queenan. "Sebagai manusia-manusia kita tak hanya sensitif terhadap tangisan seorang anak, tapi kita memperhatikan kilasan cahaya lampu ambulans walaupun kita sedang asik melakukan hal lain.
Ibu Queenan mengatakan bahwa tugas berikutnya ialah untuk merekam neuron-neuron pada kelelawar yang tak hanya terbangun tapi terbang.

sumber :http://gumc.georgetown.edu/

Template by:

Free Blog Templates